Mengasihi untuk persatuan....



Adanya keadIilan dan kesetaraan akan menciptakan Indonesia sebagai negara yang terhindar dari konflik dan pertikaian. Karena pada dasarnya semua manusia diciptakan sama, dengan hak dan kewajiban yang sama (Margaretta Violanitta)

Agar tidak lupa akan identitas negara



Pancasila sangatlah penting untuk dipelajari  dan dipahami karena itu adalah pedoman kita sebagai warga negara Indonesia. Hal itu juga penting bagi kita sebagai pemuda sebagai salah satu prinsip hidup dan pedoman untuk menjadi generasi penerus yang tidak lupa akan identitas negara walaupun sudah menoreh prestasi sampai ke banyak tempat (Dentang Satria Daly)

Agar tidak terpengaruh HOAX....



Kesatuan dan persatuan semakin dipermainkan di era globalisasi ini. Permasalahan yang sepele dan seharusnya tidak penting dapat menjadi suatu penyebab keretakan di antara sesama. Pemahaman Pancasila harus benar-benar ditanamkan dan dipahami  agar kaum muda  tidak mudah dibohongi dan terhasut tipu muslihat lewat berbagai isu HOAX ~(Kevin Obed Hernando)

Melahirkan bibit- bibit yang Pancasilais





Dengan menerapkan dan menanamkan Pancasila sejak dini pada kaum muda, berarti menanamkan bibit- bibit yang Pancasilais dan diharapkan pada masa depan kaum muda dapat selalu mengingat dan menerapkannya pada Indonesia sehingga dapat berperilaku sesuai Pancasila dan membuat bangsa kita menjadi bangsa yang lebih baik lagi (Laurencia Levina Setiawan)

Menyatukan perbedaan dalam pertemanan.....


Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Perbedaan tersebut terkadang menjadi hambatan seorang anak muda untuk berteman. Terkadang golongan tertentu melakukan diskriminasi karena perbedaan tersebut. Namun Pancasila sila ke 3 yaitu persatuan Indonesia dapat mempersatukan dan menjadi pedoman untuk anak muda dalam menjalin pertemanan. Pancasila penting untuk kaum muda untuk dapat bisa menjalin pertemanan meski memiliki perbedaan agama, suka, dan bahasa dan mampu menerima serta mentoleransi satu sama lainnya. (Teresya Claudya Handoyo)